Tuesday, May 14, 2013

Kekerasan Terhadap Perempuan

Akhir-akhir ini berita nasional dihebohkan dengan berita tentang praktek perbudakan, tapi kali ini korbannya adalah laki-laki bukan perempuan. Namun demikian, kekerasan terhadap perempuan baik dalam rumah tangga atau dalam kehidupan bermasyarakat masih terus dipraktekkan. Dimana perempuan selalu menjadi makhluk lemah tak berdaya dan tidak memiliki kekuatan untuk membela diri maupun bersuara. Jaman sudah berubah, RA Kartini sudah tiada dimana ada sebuah masa transisi terhadap posisi perempuan masa lalu dan kini. Akan tetapi perempuan saat ini masih mendapat perlakuan kasar dan tidak manusiawi dari kaum adam. Walaupun demikian, perempuan sudah memiliki kedudukan yang sama dan haknya di mata dunia.

Posisi perempuan saat ini masih belum bisa mendapat posisi yang baik, dimana praktek kekerasan kerap terjadi. Masih hangat diingatan kita tentang kasus kekerasan yang dilakukan seorang public figure, yaitu Eza Gionino dengan Ardina Rasti yang saat ini kasusnya sudah menemukan titik terang. Dimana Eza Gionino terbukti bersalah. Kekerasanpun tak hanya terjadi dikalangan yang sudah berkeluarga, tetapi juga terjadi dikalangan remaja yang sedang dimabuk asmara. Karena itulah, banyak sekali perlakuan kasar dan tidak senonoh terhadap remaja perempuan kita.

Ada juga kasus kekerasan yang dilakukan remaja kita yang dilakukan sekelompok perempuan yang tahun-tahun belakang menjadi sangat tenar karena beredarnya video kekerasan atau perploncoan di dunia pendidikan, seperti geng nero dari Pati. Hal ini sangat disayangkan, dimana dunia pendidikan sendiri menjadi jembatan untuk legalnya praktek kekerasan. Pihak sekolah sendiri mengaku tidak tahu menahu akan kejadian tersebut. Karena itulah kita sebagai remaja harus mampu menjaga diri dari pergaulan yang salah.

Selain itu, perempuan juga harus menjaga diri dari hal-hal negatif yang memicu tindakan kekerasan maupun perlakuan yang tidak sopan, seperti halnya cara berpakaian yang sopan, apabila pulang malam ada teman yang menemani, menghindari pergaulan bebas dan narkoba. Hal ini tidak mudah bagi kita untuk menghilangkan praktek kekerasan, selama ada oknum yang mempratekkannya. Akan tetapi tidak akan menjadi mustahil jika peran keluarga serta masyarakat mampu memberikan perhatian khusus terhadap hal tersebut.

Pada dasarnya kekerasan terhadap perempuan dapat diminimalisir, apabila berbagai pihak ikut serta dalam memerangi hal tersebut. Dan tidak dibenarkan apabila perempuan makhluk yang lemah tak berdaya sebagai tempat meluapkan nafsu amarah, karena ada cara yang lebih bijak untuk menyelesaikannya. Semoga bermanfaat.

#refleksi