Tuesday, January 24, 2017

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT)

       KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) pada umumnya menimpa pada perempuan akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laki juga mengalaminya. Sungguh ironis dimana janji suci pernikahan harus ternoda dengan keegoisan masing-masing sehingga memunculkan tindak kekerasan yang sering dialami oleh perempuan. Tidak menjadi hal tabu kembali jika hal tersebut perlu perhatian khusus untuk menangani akan hal itu. Kejadian ini tidak hanya berbuntut pada masalah ekonomi dan adanya idaman lain, akan tetapi bisa dipicu dari kesalahpahaman, anak, maupun harta kekayaan. Baru saja saya menjadi saksi KDRT dimana masalahnya pada harta kekayaan dimana sang suami menghabiskan harta istri tanpa memberitahukan uang itu dibelanjakan untuk apa. Pada hakekatnya suami akan tetap punya kewajiban kepada orang tuanya sedang sang istri sudah menjadi tanggung jawab suami dan sudah terlepas dari kedua orang tuanya. Baru-baru ini juga ada sebuah berita dimana sang suami menyamar yang ingin menguji kesetiaan sang istri yang berbuntut kematian sang istri. Hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh sepasang suami istri.
     KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang dialami oleh perempuan pada umumnya, sekarang dapat bernafas lega dengan adanya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT. Dengan adanya UU Penghapusan KDRT ini, dimana posisi perempuan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari anggota di dalam rumah tangga mempunyai kekuatan untuk dapat melaporkan setiap kekerasan yang dialaminya. Dan hal ini banyak yang belum mengetahui akan UU Penghapusan KDRT ini. Apa saja tindakan yang termasuk KDRT berdasarkan UU No. 23 tahun 2004. Ada empat jenis tindak KDRT yaitu:
1. Kekerasan Terbuka atau Overt
merupakan kekerasan yang bisa dilihat dan lebih ke fisik, tindakannya berupa pukulan, tendangan, jambakan, perkelahian dan yang paling mengerikan adalah membunuh.
2. Kekerasan Tertutup atau Covert
Merupakan kekerasan psikis atau emosional, sifatnya tersembunyi, bentuknya seperti hinaan, cemoohan atau ancaman. Efeknya pada korban, berupa tidak percaya diri, tidak berdaya, susah tidur, dan berkeinginan bunuh diri.
3. Kekerasan Seksual
Kekerasan ini dilakukan untuk memenuhi hasrat seks, baik dilakukan secara fisik seperti meraba dengan kasar, memaksa berhubungan intim dengan pelaku atau orang ketiga, menyentuh organ seks, mencium paksa, sedangkan kekerasan seksual secara verbal, seperti mengejek, memberi komentar, julukan dan gurauan porno.
4. Kekerasan Finansial
Bentuk kekerasan finansial berupa memanipulasi, eksploitasi, mengendalikan korban dengan tujuan finansial, memaksa korban bekerja, melarang bekerja tapi menelantarkannya atau mengambil harta pasangan tanpa sepengetahuannya. 
     Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) dapat dialami oleh siapa saja dan tidak sebatas kekerasan fisik saja, akan tetapi juga kekerasan psikis, seksual dan ekonomi. Kita pun sebagai masyarakat tidak boleh menutup mata jika terjadi hal demikian di sekitar lingkungan kita. Laporkan ke pihak yang mengerti hukum jika permasalahan rumah tangga tidak mampu diselesaikan dengan baik dan kekeluargaan. Karena kita tidak bisa membiarkan sebuah kekerasan yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi korban mapun keluarga korban. Dan kita dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian yang kita alami. Semoga bermanfaat.

*Diambil dari berbagai sumber.

Thursday, August 28, 2014

KARTINI DAHULU DAN SEKARANG

Kartini nama yang tidak asing di telinga kita, karena dia sesosok perempuan yang heroik menuntut hak-hak perempuan pada jamannya. Jasanya itulah yang mampu merubah perempuan sekarang. Akan tetapi banyak hal yang tidak kita tahu bahwa sekarang perempuan sedang di jajah oleh adanya kemajuan jaman. Terlihat adanya pola pikir serta cara berpakaian. Namun dari segi yang lain perempuan masa kini mampu jadi pemimpin yang baik dan tidak kalah hebatnya dengan laki-laki. Terlihat banyak perempuan perkasa melakukan pekerjaan laki-laki dan menggantikan laki-laki dalam segala bidang. Tentu saja ada hal yang menarik yang mampu kita ambil pelajaran kartini hari ini dan dahulu.

Kartini dahulu sangat lah anggun dengan tata krama dan adat istiadat yang berlaku saat itu. Dimana perempuan sangat takut akan pantangan yang dilakukan wanita jawa seperti sekolah. Akan tetapi kartini mampu merubah paradigma orang tua pada saat itu. Ketika beliau menjadi selir bupati pertama kota Rembang. Mungkin itulah beban yang harus dipikul kartini saat menjadi istri seorang pejabat walaupun hanya seorang selir. Akan tetapi dari itulah kartini mampu mendobrak dan membongkar kebiasaan lama atau bisa dikatakan tradisi wanita Jawa yang hanya openi pawon (red-berkecimpung di dapur). Namun dengan kegigihan itulah menjadi sebuah pembelajaran bagi wanita sekarang, bahwa siapapun kita, kita harus membuat perubahan yang positif demi kemajuan bangsa.

Sedang Kartini sekarang adalah perempuan dengan keilmuan dan paradigmanya untuk mengubah dunia. Dimana kartini sekarang lebih berani tampil dan menjadi primadona dalam segala bidang. Tentunya banyak contoh dalam negeri sendiri ada  Megawati Soekarnoputeri,  Sri Mulyani, dan Tri Rismaharini dan masih banyak lagi. Dalam Islam pun disebutkan dalam sebuah hadits  “Sebaik-baik wanita di alam semesta ada empat, yaitu Asiyah istri Fir’aun, Maryam putri Imran, Khadijah binti Khuwailid, dan Fatimah binti Muhammad.” (HR Bukhari & Muslim) belum lagi dengan perempuan-perempuan hebat yang berada diluar negeri dengan keahlian berbagai macam bidang. Tentunya kita cukup berbangga diri melihat keberhasilan perempuan-perempuan yang ada di dunia ini dapat merubah dunia dan menjadi nahkoda dalam pemerintahan. Akan tetapi kita sebagai perempuan tidak melupakan kodratnya bahwa ia juga istri dan ibu bagi suami dan anak-anak mereka.

Bahwa sekarang dunia sudah menerima peran perempuan dalam segala bidang. Walaupun masih ada memegang teguh adat istiadat dengan menjadi seorang ibu rumah tangga. Saya pribadi mengharapkan perempuan tetaplah perempuan dengan segenap kehebatannya untuk tetap menjaga kehormatannya dan keahliannya untuk membangun dan menciptakan generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan memegang teguh nasionalisme. Jadilah kartini sekarang dengan tetap melihat kartini dahulu sebagai pembelajaran bagi kehidupan dimasa mendatang.

#salam

Keinginan Menulis Itu Ada

Sudah lama sekali saya tidak pernah membuka atau memposting tulisan saya pada blog saya ini. Rindu memang, akan tetapi pekerjaanlah yang telah mengalihkan dunia menulis saya saat ini. Akhirnya saya merindu pada blog yang sudah berumur dua tahun ini. Dimana umur yang sangat muda dan masih membutuhkan arahan dan bimbingan. Awalnya saya sendiri sempat lupa, apa nama blog dan password saya. Sampai akhirnya saya mencoba searching di Goo*** dan akhirnya saya menemukan kembali dengan cara mengetik salah satu judul tulisan maupun heading dari blog saya ini.

Semoga keinginan saya untuk terus menulis dan tentunya tidak hanya menulis dan diimbangi dengan membaca akan membuat saya bersemangat untuk menggerakkan otak saya yang telah berselimut sarang laba-laba dan siap untuk direstart kembali.

Semoga semua berkenan dan saya siap berkarya kembali dengan tulisan entah itu bidang scince atau hanya sekedar tulisan penghibur hati alias curahan hati sang penulis.

Salam semangat,
Mushlihah Qurrotul 'Aini