Friday, April 6, 2012

PENEMUAN “KAPAL DAN PATUNG KEPALA WANITA”


Benda-benda yang ditemukan sekitar perahu
      Desa Punjulharjo, Rembang, Jawa Tengah  pada hari sabtu pagi tanggal 26 juli 2008 jam 07.30 telah menemukan bukti sejarah kebesaran bangsa Indonesia yang dikenal sebagai tempat pelabuhan para saudagar yang dikenal sejak lama. Dimulai dari seorang warga yang bernama Mulyadi, bersama 4 teman lainnya (Sudirman, Masrikan, Ahmad Sulkan dan Taifur Rohman), Mulyadi pada jum’at malam tidur setelah sholat tahajud dan bermimpi melihat ada sebuah sinar biru terang sebesar kendil yang berada disebelah barat rumahnya. Dipagi harinya dia mencoba mencarinya di pinggir laut tidak menemukannya, lalu pulang untuk sarapan pagi. Kemudian dia diajak bekerja menggali tanah urug milik bapak H Masykuri, seorang tokoh masyarakat yang cukup disegani di Desa Punjulharjo ini. Tanah urug tersebut dijual pemiliknya untuk keperluan hendak dipakai sebagai tambak. Tanah tersebut sebenarnya mulai digali untuk keperluan urug sejak awal bulan februari tahun 2005 yang lalu. Luas tanah yang akan dijadikan tambak tersebut kira-kira 5 hektar.
Perahu tampak keseluruhan
  Lain halnya dengan temannya Sulkan yang pada malam harinya setelah sholat tahajud juga bermimpi ada perahu dari laut yang jatuh disekitar daerah tersebut. Sedang temannya yang bernama Masrikan ketika mulai bekerja dengan menancapkan sekop ke tanah memberikan semangat kepada Mulyadi : “Kalau kerja macul yang semangat dan sehat gitu lho”. Lain halnya dengan Sudirman, saat macul bercanda : Pak Mul, saya ingin buat rumah tapi saya tidak punya tanah, lalu dijawab Mulyadi : Nanti saya sampaikan Pak Bayan agar bisa pakai tanahnya saja. Lalu berkata : Pak kalau ada harta karunnya, tidak  saya bagi-bagikan tetapi akan saya gunakan untuk membuat rumah dulu baru saya bagi-bagikan, tetap dapat kekayaan besar Pak Mul”. 
     Lain lagi firasat yang pernah diterima Kepala Desa Puljulharjo Drs H Nursalim, sebelumnya ada isyarat bahwa “Dilokasi itu nampak dengan jelas menjadi tempat wisata yang ada kolam renangnya”, yang juga bercita-cita bersama seluruh warga masyarakatnya untuk menjadikan desanya “BERKAH” Bersih, Elok, Rapi, Kerjakeras, Aman dan Harmonis. 
          Barangkali ada benarnya, jika saat ini Desa Punjulharjo menjadi tujuan masyarakat disekitarnya untuk melihat dari dekat atas ditemukannya kapal kuno tersebut. Selain itu juga atas usaha kesungguhan Kepala Desa yang setiap kali memasuki Desanya dari bepergian selalu menyempatkan berdo’a seperti para jama’ah haji saat berdo’a ketika tiba dijedah “Allahumma inna nas’aluka khoiro hadzihil qoryah, wa khoiro ahliha wa khoiro ma fiha, wa a’udzu bika min syarriha wa syarri ahliha wa syarri ma fiiha” artinya : “Ya Allah, aku memohon kepadamu kebaikan Desa ini, kebaikan penghuninya dan apa saja yang ada didalamnya, serta aku mohon perlindungan dari kejahatan desa ini, kejahatan penguni dan apa saja yang ada didalamnya”. 
Tali yang digunakan untuk mengikat lunas perahu
          Menurut perkiraan Tim Balai Arkeologi berdasarkan kajian geologis yaitu dengan memperhatikan posisi garis pantai utara Pula Jawa, saat ini garis pantai berada kira-kira 1 Km di utara lokasi temuan perahu. Pada saat perahu terdampar, dapat dipastikan bahwa lokasi tersebut masih berupa laut atau tepian pantai. Satu hal yang akan dipertimbangkan dalam kaitannya dengan kapan perahu tersebut terdampar dan karam di Desa Punjulharjo yaitu waktu pergeseran garis pantai utara Jawa tersebut.           
          Berapa meter pergeseran untuk setiap tahunnya, akan dapat dihitung dengan jarak antara posisi perahu dan garis pantai saat ini. Sebagai contoh, apabila pergeseran terjadi 1 meter untuk setiap tahunnya, maka dapat ditentukan bahwa perahu tersebut terdampar kira-kira 1000 tahun sebelum sekarang  atau 1000 tahun BP (Before Present). 
Kayu yang diduga bagian tiang layar
          Dalam kegiatan ini dapat kami laporkan bahwa berdasarkan dari bentuk perahu dapat diperkirakan bahwa perahu tersebut merupakan perahu tradisional dari wilayah Nusantara, dan bukan jenis perahu yang berasal dari negara Cina. Hal ini diperkuat dengan bahan kayu yang digunakan, sekilas mirip dengan jenis kayu ulin yang banyak ditemukan di Pulau Kalimantan. Apabila prakiraan di atas benar, maka perahu yang ditemukan di kawasan tambak garam di Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang ini kemungkinan besar berasal dari wilayah Kalimantan. Pertanyaan berikutnya ialah Kalimantan bagian mana?
          Setelah mengetahui kondisi temuan perahu dan animo masyarakat yang tinggi untuk mengetahui dari dekat temuan yang menggemparkan penduduk Desa Punjulharjo dan sekitarnya tersebut, maka kegiatan yang dilakukan dalam penjajagan kali ini antara lain : 
1. Menampakkan bagian dalam perahu yang masih tertutup pasir dan lumpur. Kegiatan ini selain untuk menampakkan struktur perahu seperti gading dan lunas, juga akan diketahui bentuk perahu secara keseluruhan. Sehingga masyarakat yang berduyun-duyun mengunjungi untuk melihat temuan tersebut dapat menikmati atau melihat lebih jelas.
2. Pengupasan tanah dan pasir dari dalam perahu yang dilakukan oleh tim dari Balai Penelitian Arkeologi dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala dibantu oleh para penemu yang disaksikan oleh masyarakat yang mengunjungi dan melihat dari dekat akan dapat memberikan informasi langsung tentang jenis artefak yang ditemukan. Dengan demikian kabar burung tentang temuan isi perahu yang dikabarkan berlebihan dapat diluruskan. Sehingga temuan perahu ini tidak akan mendatangkan fitnah untuk hari-hari mendatang. 
  Saat ini karena dimungkinkan masih ada temuan lain yang perlu digali maka dilakukan koordinasi pengamanan Hansip Desa Punjulharjo dengan instansi pemerintah Kabupaten Rembang untuk penyelamatan asset daerah/pemerintah dalam menelusuri jejak sejarah masa lalu yang bisa dijadikan rujukan untuk membangun kekuatan nasionalisme bangsa Indonesia yang perlu digali dan dikaji, khususnya situs disekitar kawasan ditemukannya benda-benda tersebut. Tidak bisa dipungkiri, penemuan baru ini bisa menjadi barang bukti peninggalan masa lalu yang menunjukkan jika benar barang-barang tersebut adalah pada masa majapahit, maka semakin memperkuat negeri ini sebenarnya telah memiliki kekuatan yang besar dan cukup diperhitungkan pada masa lalu dalam membangun peradaban bangsa.

Sumber  –Nursalim-



No comments:

Post a Comment